Cara Menjadi Kaya Raya Tanpa Bekerja Keras

Budaya kita mengajarkan pentingnya kerja keras. Kuping anak-anak muda terlalu sering dihujani nasehat-nasehat standar yang bunyinya kira-kira begini: bangun pagi biar rejeki kamu engga dipatok ayam. Rajinlah bekerja dan menabung, suatu saat kita bakal sukses dan tentunya tajir.

Tapi, ayolah, kita semua tahu semua nasehat itu tai kucing. Hampir semua orang yang aku kenal, yang kerjanya mati-matian sampai punggung mereka bongkok dan bokong mereka tepos, mereka dapat apa? Ujung-ujungnya mereka cuma bisa beli kopi paling murah di Starbucks tiap istirahat makan siang, lalu mengganjal perut membeli pecel lele untuk makan malam. Gampangnya, mereka masih saja selalu bokek.

Yang bikin tambah gondok, ada beberapa orang di muka bumi ini, bisa menjadi tajir bukan karena membanting tulang. Saya menemui beberapa orang mujur ini, untuk mengetahui resep mereka kaya tanpa bekerja keras.

Gampangnya sih gini, gue mulai nabung dari kecil. Gue dulu jarang jajan. Gue mulai sadar kalau gue suka nabung pas umur enam tahun. Dulu pas masih sekolah, uang saku gue $6 (kira-kira Rp70 ribu) buat makan siang. Itupun cuma gue pakai lima dollar doang buat beli makan siang murah. Sisanya ditabung. Begitu semua uang yang gue dapat pas ultah, semuanya ditabung.

Alhasil, pas udah gede tabungan gue $2,000 (setara Rp26 juta). Sayangnya, gue engga tertarik sama uang dan bunga bank. Gue terus belajar tentang pasar modal. Tapi ya gue juga ga tertarik. Akhirnya gue kepikiran "satu-satunya cara biar gue ngerti ya dengan turun langsung." Eh, tapi jangan salah, gue orang yang sangat menjunjung tinggi moral. Makanya, gue keukeuh engga bakal investasi di perusahaan ekstraktif macam Exxon atau lainnya.

Pastilah. Mampus aja tuh Exxon.
Waktu itu gue masih tinggal di Jepang. Kami semua langganan koran bahasa Inggris seperti The Economist, TIME, dan lain-lain. Terus, di salah satu sampul TIME itu ada gambar iPhone pertama. Ini sebelum iPhone dijual bebas lho ya, kira-kira enam atau sepuluh bulan sebelumnya lah. Pas baca, gue mikir "keren nih. iPhone ini bakal bikin mengubah pemahaman tentang ponsel." Engga lama, gue telepon Bokap—yang memang jago masalah investasi—dan meminta dia buka akun broker. Gue bilang "dua-pertiga tabunganku bakal aku investasikan ke google. Sisanya ke Apple." Bokap langsung menanggapi "Ide kamu bagus. Ayah suka cara kamu berpikir. Analisa kamu tajam juga—tapi Apple tak cuma bikin produk intelektual. Gimana kalau dibalik saja skema investasinya?"

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Menjadi Kaya Raya Tanpa Bekerja Keras"

Post a Comment